Jumat, 11 Desember 2015

Jenis-jenis Bekam

Ada 4 jenis Bekam :

1. Jenis Basah (Wet Cupping) atau bekam darah
Di sini permukaan kulit disedot terlebih dahulu, lalu ditusuk menggunakan lancet (jarum) kemudian sekitarnya disedot kembali untuk mengeluarkan sisa-sisa toksid dari badan. Setiap sedotan dibiarkan selama 2-3 menit kemudian dibuang kotorannya. Maksimal sedotan tidak lebih dari 7 kali. Darah yang mengandung toksid kelihatan hitam pekat seperti Jeli serta berbuih.
Jarak waktu untuk mengulangi bekam ditempat yang sama adalah 2-3 minggu. Bekas luka Insya Allah akan hilang dalam 3-4 hari jika diurut dengan minyak bubut atau minyak But but. Dan bekasnya tidak terkena air selama 3-4 jam sesudah bekam.


2. Jenis Kering (dry Cupping) atau bekam angin
Bekam kering bermanfaat untuk membuang angin serta melegakan sakit secara emergensi tanpa melukai kulit. Dry Cupping amat baik bagi penderita yang tidak tahan sakit (terkena jarum) dan tidak kuat melihat darah. Kulit akan kelihatan lebam selama 1-2 minggu. Di sini sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 15-20 menit. Minyak but but atau minyak bu but sangat diperlukan. Untuk meredakan lebam.

3. Jenis Bekam Luncur
Yang dimaksud bekam luncur adalah tubuh bagian belakang diolesi dulu dengan bubut atau minyak but but lalu sedot Cupping Glass ditempat yang sudah diolesi minyak Bu but, kemudian diluncurkan ditempat yang terasa sakit, ada angin dan berat. Bila terasa sakit dan berwarna hitam dapat disedot dengan cupping glass,diamkan 2-3 menit dan dibuang darahnya. Prosesnya sama seperti no.1 (bekam basah)

4. Jenis Bekam Tarik
Jenis ini sangat baik dilakukan di daerah kepala terutama dahi. Caranya adalah olesi dahulu dahi dengan Minyak Bu but atau minyak but but, lalu sedot cupping glass ukuran kecil di dahi kemudian tarik lepas sedot lagi tarik lepas begitu seterusnya sampai terasa lebih ringan dan enak dirasa.

Mitra Bekam 
Jl. Sidomulyo Gg. VI No. 62 RT / RW 02 Kel. Pagentan
Kec. Singosari, Kab. Malang, HP 0813 6455 8626

Tidak ada komentar:

Posting Komentar